![]() |
| Sumber : ftb90.com |
"Dejavu : Comeback Sensasional Liverpool kala melawan Borusia Dortmund di perempat final Europa League terulang 235 hari kemudian, namun dengan tokoh yang berbeda"
Semua fans Liverpool pasti hatinya
bergetar kala mengingat comeback sensasional melawan Borusia Dortmund di
perempat final Europa League April lalu. Bagaimana tidak, emosi kita
dipermainkan kala itu. Kita dibuat menangis kala jeda, kemudian Origi
melambungkan asa ke langit pasca jeda. Sebelum Marco Reus menjatuhkan harapan
kita ke bumi dengan goalnya di menit ke-57. Kemudian asa itu kembali membumbung
kala sepakan Coutinho menggetarkan jala Roman Weidenfeller di menit ke-66,
ditambah tandukan Sakho 11 menit kemudian. Dan pada akhirnya publik Anfield
menggila kala tandukan Lovren menembus sisi kanan gawang Weidenfeller di masa
tambahan. Seluruh Kopites pasti merasa sangat puas dengan kemenangan
sensasional tersebut. Tak dapat dibayangkan bagaimana perasaan pemain dan fans
Dortmund kala itu. Mungkin, rasa sakit tersebut selalu terbayang hingga
berhari-hari.
235 hari berlalu, akhirnya pemain
dan fans Liverpool mengerti bagaimana sakitnya Dortmund kala itu. Benar,
keajaiban Anfield terulang kembali namun dengan tokoh utama dan panggung
berbeda. Kali ini anak asuh Eddie Howe yang menjadi bintang dengan panggung
bernama Dean Court. Mereka ibarat Ultraman yang bangkit setelah di hajar
habis-habisan oleh sang monster. Bagi film laga, hal tersebut adalah hal yang
biasa. Namun bagi sepakbola hal tersebut sangat luar biasa mengingat Liverpool
sedang dalam peforma terbaik akhir-akhir ini.
Kronologisnya benar-benar mirip dengan keajaiban Anfield. Bournemouth sempat tertinggal dua gol kala
turun minum. Kemudian mereka mampu melawan melalui pinalti Callum Wilson. Selanjutnya
mereka kembali dihajar melalui sepakan
Emre Can. Namun dengan semangat pantang mundur, The Cherries mampu
membalikkan keadaan melalui rentetan goal
Ryan Fraser, Steve Cook, dan yang terakhir Nathan Ake.
Kekalahan menyakitkan tersebut merupakan PR besar bagi
Juergen Klopp. Penyakit lama yang nampaknya sudah sembuh ternyata kambuh
kembali. Juergen Klopp tentunya sadar dengan masalah tersebut dan berusaha
memperbaikinya untuk mengarungi ketatnya Premier League. Hal yang luar biasa
adalah Juergen Klopp mampu menanggapi kekalahan tersebut dengan bijak tanpa
menyalahkan siapapun. Hal tersebut tercermin melalui komentarnya pasca
pertadingan tersebut. Dalam komentarnya Klopp menyebut Bournemouth memang layak
meraih kemenangan, karena telah menyuguhkan pertarungan yang besar dan semangat
pantang menyerah.
"Pertama-tama saya harus mengatakan kemenangan ini layak
untuk Bournemouth. Sebuah pertarungan yang besar dari mereka," buka Klopp,
seperti dikutip Goal.com.
"Kami memberikan permainan ini di titik yang menentukan.
Kami terlampau lebar membuka pintu dan mereka berlari menerobos
untuk mencetak beberapa gol indah. Jadi kekalahan ini terasa layak.
"Bahkan ketika kami memimpin 2-0, cara kami mencoba
untuk memainkan permainan statis. Kami memberikan segalanya pada mereka,
karena kami tampak tak lagi bermain sepakbola.
"Jika kami bisa belajar dari kekalahan ini, itu akan
baik-baik saja. Ketika kami unggul 2-0 atau 3-1 permainan belum tuntas, namun
cara kami bermain setelah sungguh memudahkan Bournemouth, Kami memberikan
mereka bola dan hal-hal seperti itu sering terjadi," pungkasnya.
Sebagai seorang fans, tentunya kami berharap para pemain
Liverpool mampu menjadikan kekalahan tersebut sebagai pelajaran. Kemudian dibalik
rasa sakit tersebut, diharapkan akan memunculkan semangat dan mental yang kuat
sehingga mereka mampu mengakhiri puasa gelar Liverpool.




2 komentar:
Sip zul tapi sebaiknya sebutan2 make yang umum atau diberi catatan/-red siapa gitu agar yang umum kayak aku ngerti siapa dia hahahahaha
Siap gan
nanti coba tak sunting
bantu share boss
Posting Komentar